5 Tips yang Perlu Relawan Ketahui Jika Terlibat Project Kerelawanan

5 Tips yang Perlu Relawan Ketahui Jika Terlibat Project Kerelawanan

Ketika relawan mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam suatu project kerelawanan, muncul adanya hal-hal yang diperlukan sebagai upaya untuk mencapai keberhasilan proyek.

Dan tidak lepas dari itu, pencapaian individu juga menjadi salah satu ukuran penting yang dipertimbangakan saat berkontribusi dalam proyek berbasis kerelawanan.

Jika dalam dunia kerja perusahaan profit sangat mementingkan peningkatan nominal pendapatan, berbeda dengan relawan yang basisnya non profit. Justru pencapaian terbesar mereka ada pada seberapa besar impact yang berpengaruh baik di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, politik, dan pastinya relawan itu sendiri.

Maka dari itu, agar bisa mencapai target tersebut, perlu kerja sama dan keterlibatan relawan secara maksimal.

Sehingga proses keterlibatan relawan tidak hanya berakhir dengan sia-sia, melainkan juga turut bermanfaat baik bagi organisasi atau komunitas, dan tentu, manfaatnya terasa bagi relawan.

Tentu, relawan tidak ingin hanya tenggelam dalam setumpuk proyek, lalu bekerja hingga larut. Akibatnya, semangat dan produktivitas kerja menurun drastis dan niat kita untuk berkontribusi secara maksimal pun pudar.

Lalu, bagaimana cara agar bisa berkontribusi secara efektif dan efisien dalam proyek kerelawanan? Dan apa saja hal yang harus diperhatikan relawan sehingga mampu mencapai target proyek yang diemban. Sekaligus menunjukan keterlibatan relawan secara penuh. Untuk tahu itu, alangkah baiknya ikuti tips berikut ini.

1. Tetap fokus dan berdedikasi pada project

Ini adalah salah satu etos kerja yang paling tinggi, menunjukan keterlibatan kamu dalam suatu proyek kerelawanan. Saat, orang sudah berdedikasi penuh, kemudian relawan turun tangan untuk menangani proyek. Maka akan tahu bagaimana cara agar tetap fokus pada pekerjaan.

Jika seseorang sudah fokus pada proyek maka akan selalu tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan, dan lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

Baca juga: Mengenal tiga sosok perempuan tangguh di era covid-19

Berdedikasi terhadap pekerjaan secara penuh bukan berarti kamu harus bekerja full time, tidak ingat waktu istirahat, sebab semata-mata hanya ingin menunjukan dedikasi pada proyek dan agar tidak terlihat sebagai pemalas.

Ini justru beban kerja kamu akan makin berat, jika tidak bisa menanggung akan berakibat pada keberhasilan proyek. Di samping itu, kesehatan mental kamu juga akan terganggu.

2. Pahami tentang bagian yang diambil dalam project 

Jika relawan mengetahui dan memahami proyek dan tugas-tugas yang harus dijalankan, maka akan sangat bermanfaat sebagai panduan dan pedoman kerja. Dan juga bisa membantu untuk mengetahui gambaran dan strategi yang akan dilakukan guna mensukseskan proyek. Untuk itu kamu harus tahu bagaimana manajemen organisasi dan project yang efektif.

Oleh karena itu, apabila relawan benar-benar paham mengenai proyek dan tugas-tugasnya, akan sangat mempengaruhi keterlibatan relawan. 

Dengan begitu, akan selangkah lebih maju dan kontribusi terhadap proyek kerelawanan akan sangat diapresiasi dan dihargai.

Misalnya, kamu menjadi relawan TurunTangan dan mengambil proyek tentang isu pencemaran sungai. Tentu dengan memahami proyek atau program yang akan dijalani.

Dimulai dengan mencari tahu latar belakang, penyebab, tempat kejadian dan lain-lain. Hal ini yang akan memudahkan relawan dalam menjalankan tugas proyek nantinya.

3. Pelajari tentang penerima manfaat project kerelawanan

Sebagai relawan yang terlibat dalam proyek perlu mempelajari, siapa penerima project kerelawanan. Jika relawan terlibat project secara langsung maka untuk lebih memahami penerima manfaat, sangat penting untuk menjalin komunikasi.

Komunikasi menjadi faktor penting yang harus dibangun relawan guna berinteraksi dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya, termasuk para penerima manfaat. Jika relawan terlibat membantu proyek kerelawanan, sudah semestinya untuk berinteraksi dengan penerima manfaat.

Jangan abaikan juga bagaimana karakter, perilaku, kegemaran, rutinitas dan hal yang berhubungan dengan penerima manfaat. Tentu, ini akan membantu relawan menjadi lebih bersemangat dalam melaksanakan project kerelawanan.

4. Mempelajari budaya tempat penerima manfaat project

Perlu relawan tahu, bahwa penting untuk bersinggungan terlebih dahulu dengan lingkungan penerima manfaat project. Dalam arti, penting mengetahui dan mempelajari budaya lingkungan terkait.

Sebab nanti akan dihadapkan dengan berbagai kebiasaan masyarakat setempat yang mungkin tidak lumrah bagi relawan. Misalnya, relawan akan bersinggungan dengan aturan-aturan dari masyarakat sekitar seperti tidak diperbolehkan mengirim bantuan yang dilarang oleh adat.

Dalam hal lain, jika proyek diadakan di luar pulau dan dialek yang digunakan berbeda, maka semestinya harus mempelajari bahasa setempat. Setidaknya, 2-3 frasa umum.

Nah, ini akan berguna karena masyarakat setempat bisa jadi menaruh ketertarikan dan kepercayaan. Dengan begitu, relawan bisa berkontribusi maksimal dengan menjalin kerja sama bersama warga.

5. Jadilah relawan yang inovatif dan proaktif

Menjadi relawan yang inovatif dalam menjalankan proyek memberikan dampak yang baik baik perkembangan dan pencapaian yang telah ditetapkan. Akan tetapi, perlu langkah maju, diawali dengan mengembangkan pola pikir menjadi lebih terbuka pada perubahan.

Begitu pula dengan memiliki mindset terbuka maka relawan juga bisa disebut proaktif. Sebab, orang proaktif tidak akan menutup dunia luar, justru dapat mengontrol dan memilah hal-hal yang bersifat open minded.

Oleh karena itu, menjadi proaktif akan sangat membantu sampainya dampak baik dari proyek kerelawanan. Saat relawan menjalankan proyek, maka harus berinovasi dan mencari metode yang baru.

Hal ini agar proyek memiliki nilai lebih dan mencapai target keberhasilan. Sebagai contoh, jika terlibat dalam proyek perkembangan literasi bagi warga desa, maka cobalah berinovasi dengan menyediakan perpustakaan desa guna menunjang warga desa supaya lebih rajin membaca.

Dengan begitu inovasi yang kamu berikan bermanfaat. Demikian perlu diperhatikan bahwa inovasi tidak memiliki batasan, maka teruslah berinovasi.

Itulah 5 tips yang wajib diperhatikan relawan jika terlibat dalam proyek kerelawanan yang sudah kami rangkum untuk kamu. 5 aspek inilah yang wajib relawan penuhi agar nantinya bisa berkontribusi secara maksimal, terutama dalam mencapai target keberhasilan proyek.

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *