Kenapa Pemimpin Harus Cerdas secara Emosional?

Kenapa Pemimpin Harus Cerdas secara Emosional?

Selain harus menjadi pribadi yang cerdas dalam berpikir, ternyata seorang pemimpin juga perlu untuk menjadi cerdas dalam emosi loh Pejuang! Kecerdasan inilah yang kerap kali kita sebut sebagai Kecerdasan Emosional atau Emotional Intelligence (EI). Dilansir oleh Psychology Today, Emotional Intelligence adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi sendiri dan emosi orang lain.

Kecerdasan tipe ini berkontribusi pada seberapa efektif seseorang memahami dan mengekspresikan diri mereka, serta memahami orang lain dan berhubungan dengan mereka.

Menurut seorang jurnalis dan psikolog ternama David Goleman, emotional intelligence itu dibagi menjadi empat aspek. Penasaran apa saja? Yuk kita simak satu-satu Pejuang!

1. Self-awareness

Self-awareness berupa kecerdasan untuk mengenal, memahami, dan menilai diri sendiri. Seorang pemimpin harus memahami emosinya sendiri dan bersikap percaya diri. Pemimpin yang memiliki self-awareness yang tinggi cenderung paham akan kekuatan atau kelemahan yang ada pada dirinya.

Dengan begitu, ia bisa mengendalikan diri tentang bagaimana harus bersikap terhadap sesama, terutama pada anggota yang dipimpinnya.

2. Self-management

Self-management dapat berupa kecerdasan dalam mengendalikan diri, mengelola emosi, kemampuan beradaptasi, berorientasi pada prestasi, serta membangun kepercayaan diri dan optimisme.

Seorang pemimpin harus mampu mengendalikan diri dan emosi dengan baik agar tujuan organisasi dapat tercapai. Dengan memiliki skill ini, pemimpin dapat menempatkan diri dalam situasi-situasi tertentu.

Dengan begitu, ia akan mampu mencegah timbulnya suatu tindakan yang dapat menyebabkan masalah yang tidak dikehendaki dalam suatu organisasi.

3. Social awareness

Social awareness dapat berupa kecerdasan dalam memahami orang lain, bertoleransi, berempati, dan berorientasi untuk melayani orang lain. Misalnya, seorang relawan memiliki prinsip untuk melayani masyarakat. Lalu muncul pertanyaan, mengapa pemimpin wajib memiliki sifat ini? 

Karena dengan begitu ia dapat memahami bagaimana harus berperan dalam sebuah situasi tertentu. Sifat ini akan membentuk seorang pemimpin yang humanis. Ia mampu menempatkan diri dalam situasi tertentu dan akan bertindak dengan mempertimbangkan persepsi sosial dari lingkungannya.

Selain itu, social awareness dapat menjaga hubungan baik dengan sesama, terutama bawahan pemimpin tersebut dalam suatu organisasi.

4. Social management

Social management berupa kecerdasan dalam mengelola dan cara memengaruhi orang lain, bagaimana cara menangani konflik, memotivasi, dan menginspirasi orang lain. Pemimpin yang memiliki skill ini akan mampu memberikan sugesti dan pengaruh yang cukup besar bagi orang-orang disekitarnya.

Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki social management yang positif, agar bawahannya dapat terpicu untuk melakukan kegiatan positif yang sama. 

Itulah beberapa sifat dasar dari kecerdasan emosional yang harus ada pada diri seorang pemimpin. Kepemimpinan yang menggunakan skill kecerdasan emosional cenderung bersifat transformatif atau melayani.

Tipe kepemimpinan seperti ini cenderung lebih efektif karena dapat membangun kepercayaan antar sesama dan menimbulkan sikap saling peduli. Dengan memiliki kecerdasan emosional yang baik, seorang pemimpin akan cepat beradaptasi terhadap suatu lingkungan dan mampu membawa lingkungan tersebut menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggotanya.

Yuk mulai tanamkan nilai-nilai ini pada diri masing-masing agar menjadi pemimpin yang lebih cakap, Pejuang! Tentunya dimulai dari sekarang melalui pelatihan relawan, kamu juga akan langsung dibimbing oleh mentor berpengalaman agar bisa menjadi pemimpin yang kompeten.

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.