Mengenal Tiga Sosok Perempuan Tangguh di Era Covid-19

Mengenal Tiga Sosok Perempuan Tangguh di Era Covid-19

Siapa bilang perempuan tak bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam penanganan COVID-19? Sebaliknya, relawan-relawan perempuan semakin marak dalam membantu kasus pandemi ini loh! Mereka bagaikan perempuan tangguh dan penolong sejati yang tak kenal tanda pamrih.

Siapa saja diantaranya? Yuk simak tiga figur wanita tangguh ini!

Hari Nuryani – Relawan pemulasaran jenazah

Wanita hebat pertama datang dari Indramayu, Jawa Barat. Seorang relawan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang bernama Hari Nuryani. Melonjaknya kasus kematian akibat Covid-19, membuat Hari Nuryani dan para petugas pemulasaraan jenazah bekerja ekstra keras hingga harus siaga 24 jam.

Bersama timnya, Yani bertugas mengurus jenazah pasien Covid-19, mulai dari memandikan, mengkafani dan membungkus jenazah menggunakan plastik serta memasukkannya ke dalam peti jenazah hingga memakamkannya.

Sayangnya, sebagai relawan pemulasaraan jenazah, ia kadang mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan atau penolakan dari keluarga warga yang meninggal dan warga sekitarnya. Namun perlakuan tersebut tidak mematahkan semangat Yani untuk menjalankan tugas dan membantu sesama.

Ia paham bahwa seorang relawan tidak boleh mengharapkan imbalan apapun. Baginya, ucapan terimakasih dari pihak keluarga jenazah pun sudah lebih dari cukup.

Ika Dewi Maharani – Relawan yang bertugas sebagai supir ambulans

Wanita kedua datang dari Maluku utara. Seorang relawan supir ambulans bernama Ika Dewi Maharani. Menariknya, ia menjadi menjadi satu-satunya sukarelawan medis perempuan di bawah naungan Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang bertugas sebagai supir ambulans, loh!

Wanita yang bertugas di rumah sakit Universitas Indonesia ini memutuskan untuk turut berkontibusi membantu karena angka kasus COVID-19 di Jakarta yang semakin meningkat, ditambah dengan jumlah petugas ambulans yang kurang memadai.

Mengemban tugas untuk mengantarkan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pun pasien positif COVID-19 membuat Ika berisiko besar terinfeksi virus corona. Namun, semangat kemanusiaan yang dia rasakan jauh lebih tinggi.

Aksorn Boosamsai – Relawan pencegahan Covid-19

Wanita ketiga ini datang dari negara tetangga, Thailand. seorang relawan perempuan bernama Aksorn Boosamsai yang turut membantu mencegah meningkatnya kasus Covid-19 di Thailand.

Aksorn, bersama dengan rekan relawan perempuan yang lain kerap membantu menemukan kasus COVID-19, membawa mereka yang memiliki gejala untuk dites, serta meluruskan berbagai informasi yang tidak benar mengenai virus corona.

Mereka sering memberikan masker, hand sanitizer, dan mengajari warga bagaimana mencuci tangan.

Mereka juga mengunjungi kawasan yang berpotensi menjadi sumber penularan termasuk penjara, komunitas di daerah perbatasan. Dan juga para migran, serta memberikan informasi kesehatan kepada warga lokal. 

Bagaimana, Pejuang? Salut sekali kan dengan perempuan tangguh ini? Di tengah hingar bingarnya kasus pendemi yang menyebabkan mayoritas orang tetap tinggal di dalam rumah masing-masing agar tidak tertular.

Mereka lebih memilih untuk mengulurkan tangan dan siap membantu sesama demi mengurangi dna mencegah kasus Covid-19. Bukankah mereka-mereka ini adalah relawan yang sangat patut untuk dijadikan teladan, Pejuang?

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *